Pages

Showing posts with label container. Show all posts
Showing posts with label container. Show all posts

December 04, 2010

Pelindo I tingkatkan investasi

Pihak PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku pengelola sejumlah pelabuhan umum di Sumatra bagian utara senantiasa berkomitmen mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan.
"Optimalisasi kualitas pelayanan merupakan bagian tekad dan komitmen kami untuk turut serta mendorong pengembangan ekonomi daerah khususnya di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia I," kata Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, Harry Sutanto, sore ini.
Optimalisasi pelayanan Pelindo I tersebut diwujudkan antara lain melalui peningkatan investasi untuk menambah sejumlah fasilitas dan sarana infrastruktur pelabuhan.
Sejalan dengan langkah strategis itu, menurut Harry, Pelindo I secara berkesinambungan giat melaksanakan berbagai program antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan peduli terhadap kesehatan karyawan, baik jasmani maupun rohani.
Kepedulian terhadap aspek kesehatan karyawan, diantaranya diimplemantasikan dengan menggelorakan semangat berolahraga di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola 15 pelabuhan umum di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau.
"Melalui kegiatan olah raga diharapkan semakin tumbuh sinergi yang hebat dan terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antara pimpinan dan karyawan," ujarnya.
Ia mengakui, sebagian besar pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo I mempunyai peran yang strategis karena terletak di sepanjang Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional.
Peluang-peluang bisnis yang masih potensial seperti pemanduan di Selat Malaka secara terus-menerus diusahakan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mampu mendorong pengembangan ekonomi daerah.

Kontribusi nyata Pelindo I dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah khususnya di wilayah sepanjang Selat Malaka itu diyakini mampu berperan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami akan terus berusaha melakukan berbagai terobosan baru dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan serba tepat yang meliputi tepat waktu, tepat mutu dan tepat harga," ucap Harry.
Sumber: waspada.co.id
Read More

November 17, 2010

Ekspor Kelapa Parut Sumut Turun 25,19%

Kelapa parut merupakan salah satu komoditas ekspor yang selalu eksis memperkuat barisan ekspor Sumatera Utara (Sumut) yang dikapalkan melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT). Namun tahun ini aktivitas ekspor komoditas kelapa parut Sumut melalui dermaga internasional BICT boleh dikatakan memprihatinkan. Pasalnya, hingga September 2010 ekspor kelapa parut anjlok hingga 25,19%.
Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I BICT Suratman SSos mengatakan, hingga September 2010 jumlah ekspor komoditas kelapa parut Sumut melalui BICT tercatat hanya 15.306 ton. Sementara periode serupa 2009 jumlahnya mencapai 20.462 ton atau turun sekitar 25,19%. "Tahun ini jumlahnya diperkirakan bakal mengalami penurunan sebab hingga September sudah turun sekitar 25,19%," ujar Suratman.

Sementara untuk kemiri, salah satu komoditas hasil hutan di Sumut yang juga selalu tampil dalam barisan ekspor Sumut melalui BICT, tahun ini kondisinya juga kurang menggembirakan. Bahkan selama September ekspor kemiri Sumut jalan di tempat.

Menurut Suratman, sejak Januari hingga triwulan III-2010, aktivitas ekspor kemiri Sumut melalui terminal peti kemas BICT berfluktuasi dengan kondisi kurang menggembirakan. Bahkan di bulan Mei kemiri menghilang dari barisan ekspor Sumut.

Selama Januari, ungkap Suratman, jumlah ekspor kemiri Sumut tercatat 40 ton, namun di Febuari anjlok menjadi 29 ton. Bulan ketiga ekspor kemiri kembali naik menjadi 40 ton dan April naik lagi menjadi 43 ton. Memasuki Mei komoditas ini menghilang dari barisan ekspor Sumut melalui BICT, namun Juni tampil lagi dengan jumlah 37 ton dan Juli turun tipis menjadi 36 ton. Kemudian Agustus turun menjadi 32 ton dan September jalan di tempat yakni tetap 32 ton.

Sumber:medanbisnisdaily.com
Read More

November 01, 2010

Dermaga CPO Belawan Diperpanjang


Dermaga CPO Belawan Diperpanjang
Peningkatan aktivitas pengapalan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) dalam bentuk curah cair di Pelabuhan Belawan, mendorong pihak pengelola, yakni Pelindo I berencana menambah dermaga sepanjang 120 meter, berikut rak dan dua loading point. Direncanakan, pekerjaan itu rampung pada 2011.
General Manager Pelindo I Belawan, Syahputra Sembiring, menyatakan, saat ini panjang dermaga CPO berkisar 325 meter dan memiliki empat loading point, dengan masing-masing 16 outlet. Namun, ukuran itu hanya bisa menampung dua kapal, yang memiliki panjang kapal, masing-masing berkisar 10 meter dan daya muat sekitar 10 ribu ton CPO per kapal. Sementara, kunjungan kapal pengangkut CPO kian meningkat, sehingga terpaksa mengantre di perairan bouy I luar Pelabuhan Belawan. "Diharapkan, melalui perpanjangan dermaga, tidak akan terjadi lagi antrean kapal," ungkapnya kepada Global di Medan, Kamis (28/10).
Dikemukakannya, ekspor CPO melalui Pelabuhan Belawan pada periode Januari-September 2010 mencapai 2.084.516 ton. Ia menyatakan, produksi CPOitu berasal dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sumatera Utara dan diekspor secara bertahap ke sejumlah negara di kawasan Asia seperti India, Malaysia, Singapura dan Eropa.
Pada kesempatan itu, Syahputra membantah keterlambatan waktu sandar kapal yang berkisar empat sampai hari di Pelabuhan Belawan, sepenuhnya kelemahan kinerja Pelindo. Menurutnya, terdapat faktor lain yang berada di luar tanggung jawab Pelindo I. "Ada dua faktor penyebabnya, pelayanan kapal dan pelayanan barang," tukasnya. Khusus pelayanan kapal, kata Syahputra, langsung ditangani Pelindo I dan perannya hanya berkisar 30-40%.
Peran mayoritas justru berada pada faktor pelayanan barang yang dilakukan tenaga kerja bongkar-muat, ekspedisi kapal laut, perlengkapan kerja tak memadai, serta terkait administrasi pengurusan barang. "Itu di luar wewenang Pelindo I Belawan," tegasnya.
Sebagai operator pelabuhan, pihak Pelindo I juga memberikan sanksi tegas terhadap pihak pelayaran yang melanggar aturan. Salah satunya, bila waktu sandar kapal di dermaga konvensional pelabuhan Belawan melebihi ketentuan yang telah disepakati. Hal itu dibenarkan Manajer Pelayanan Dermaga Belawan, Ngatiman. “Itu konsekuensinya, bila waktu sandar kapal molor dari kesepakatan, pihak pelayaran harus rela meninggalkan dermaga untuk sementara,” tegasnya.
Sumber:harian-global.com
Read More

November 22, 2009

Pelabuhan internasional Sabang beroperasi 2012

Sebuah pelabuhan berskala internasional yang dibangun di kota Sabang, provinsi Aceh dipastikan beroperasi pada 2012 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang.
Kepala Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Sabang (BPKS), Teuku Saiful Ahmad, di Sabang,  malam ini, menjelaskan dermaga pelabuhan yang siap dioperasikan pada 2012 itu memiliki panjang 423 meter.
Panjang keseluruhan dermaga itu mencapai 2.600 meter, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp8 triliun. Tahap pertama akan diselesaikan sepanjang 1.600 meter melalui sumber dana Pemerintah pusat (APBN).
"Dari total dana untuk membangun sepanjang 2.600 meter dermaga pelabuhan tersebut, sebesar Rp5,5 triliun akan dilakukan pihak swasta dan itu kemungkinan ditangani pihak perusahaan asing yakni Dublin Port, Irlandia," jelasnya, sore ini.
Dikatakan, pihaknya mendesain pembangunan dermaga pelabuhan tersebut dibangun secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggarannya. Pembangunan proyek dermaga pelabuhan sepanjang 423 meter tersebut telah disetujui Pemerintah pusat (APBN) dengan alokasi dana sebesar Rp1 triliun, dengan alokasi anggaran bertahap hingga 2012.
Di areal pelabuhan juga akan dibangun berbagai fasilitas pendukung, seperti kantor dan gudang. "Ini merupakan peluang besar dan titik awal menjadikan kawasan Sabang sebagai daerah pertumbuhan ekonomi maritim di Aceh," tambah Saiful Ahmad.
Masa pembangunan dermaga pelabuhan berskala internasional itu akan berjalan sepanjang tujuh tahun. "Megaproyek ini dibangun oleh rekanan swasta nasional yang bermitra dengan kontraktor lokal (Aceh)," tambahnya.
Jika pembangunan dermaga pelabuhan sepanjang 2.600 meter dengan kedalaman 22 meter tersebut, maka Sabang dapat dilabuhi oleh kapal super kontainer dan super tanker berbobot 12 Theus. "Kapal super tanker dan super kontainer yang tidak bisa merapat di Singapura, bisa merapat di Sabang," katanya.

Sumber:waspada.co.id

Read More

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Blogger Templates