Pages

Showing posts with label tandan buah segar. Show all posts
Showing posts with label tandan buah segar. Show all posts

November 01, 2010

Dermaga CPO Belawan Diperpanjang


Dermaga CPO Belawan Diperpanjang
Peningkatan aktivitas pengapalan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) dalam bentuk curah cair di Pelabuhan Belawan, mendorong pihak pengelola, yakni Pelindo I berencana menambah dermaga sepanjang 120 meter, berikut rak dan dua loading point. Direncanakan, pekerjaan itu rampung pada 2011.
General Manager Pelindo I Belawan, Syahputra Sembiring, menyatakan, saat ini panjang dermaga CPO berkisar 325 meter dan memiliki empat loading point, dengan masing-masing 16 outlet. Namun, ukuran itu hanya bisa menampung dua kapal, yang memiliki panjang kapal, masing-masing berkisar 10 meter dan daya muat sekitar 10 ribu ton CPO per kapal. Sementara, kunjungan kapal pengangkut CPO kian meningkat, sehingga terpaksa mengantre di perairan bouy I luar Pelabuhan Belawan. "Diharapkan, melalui perpanjangan dermaga, tidak akan terjadi lagi antrean kapal," ungkapnya kepada Global di Medan, Kamis (28/10).
Dikemukakannya, ekspor CPO melalui Pelabuhan Belawan pada periode Januari-September 2010 mencapai 2.084.516 ton. Ia menyatakan, produksi CPOitu berasal dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sumatera Utara dan diekspor secara bertahap ke sejumlah negara di kawasan Asia seperti India, Malaysia, Singapura dan Eropa.
Pada kesempatan itu, Syahputra membantah keterlambatan waktu sandar kapal yang berkisar empat sampai hari di Pelabuhan Belawan, sepenuhnya kelemahan kinerja Pelindo. Menurutnya, terdapat faktor lain yang berada di luar tanggung jawab Pelindo I. "Ada dua faktor penyebabnya, pelayanan kapal dan pelayanan barang," tukasnya. Khusus pelayanan kapal, kata Syahputra, langsung ditangani Pelindo I dan perannya hanya berkisar 30-40%.
Peran mayoritas justru berada pada faktor pelayanan barang yang dilakukan tenaga kerja bongkar-muat, ekspedisi kapal laut, perlengkapan kerja tak memadai, serta terkait administrasi pengurusan barang. "Itu di luar wewenang Pelindo I Belawan," tegasnya.
Sebagai operator pelabuhan, pihak Pelindo I juga memberikan sanksi tegas terhadap pihak pelayaran yang melanggar aturan. Salah satunya, bila waktu sandar kapal di dermaga konvensional pelabuhan Belawan melebihi ketentuan yang telah disepakati. Hal itu dibenarkan Manajer Pelayanan Dermaga Belawan, Ngatiman. “Itu konsekuensinya, bila waktu sandar kapal molor dari kesepakatan, pihak pelayaran harus rela meninggalkan dermaga untuk sementara,” tegasnya.
Sumber:harian-global.com
Read More

December 17, 2009

Unilever Hentikan Pembelian Minyak Sawit Sinar Mas

Unilever PLC, Jumat (11/12/2009), menyatakan menghentikan pembelian minyak kelapa sawit dari PT Sinar Mas Agro Resources & Technology.

Keputusan salah satu perusahan good consumer terbesar dunia itu seiring dengan adanya laporan dari LSM lingkungan Greenpeace yang menyebutkan bahwa Sinar Mas telah melakukan penebangan ilegal di hutan Kalimantan Barat untuk membangun perkebunan sawit.

Sementara itu, juru bicara Sinar Mas menyatakan bahwa tuduhan Greenpeace tersebut tidak akurat. Namun, dia tidak berkomentar lebih lanjut. Ia hanya mengatakan, pihak perusahaan sedang menyiapkan respons detail. "Pasar minyak sawit terbagi-bagi, artinya penghentian pesanan dari Unilever PLC tidak akan mengganggu penjualan secara keseluruhan," tambah dia seperti dikutip Dow Jones.

Read More

November 19, 2009

Ekspor CPO Ditargetkan Tumbuh 10%

Indonesia menargetkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) tumbuh sebesar 10% atau sekitar 17,6 juta ton dibandingkan tahun ini yang diproyeksikan akan mencapai sekitar 16 juta ton.

"Pertumbuhan permintaan CPO masih lebih tinggi dari pasokan," ujar Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Joko Supriyono, di Jakarta, Kamis, di sela pemaparan rencana Indonesia Palm Oil Conference & Outlook 2010 di Bali, pada 2-4 Desember 2009. Kondisi itu, lanjut dia, menyebabkan potensi pasar CPO masih sangat tinggi dan industri CPO memiliki prospek yang baik. Sampai September 2009, ekspor CPO nasional telah mencapai 11,47 juta ton.

Ia mengatakan dengan asumsi, ekspor CPO nasional sebesar 1,2 juta sampai 1,3 juta ton per bulan, maka sampai akhir tahun ekspor CPO akan mendekati angka 16 juta ton. "Pada tahun lalu ekspor CPO Indonesia mencapai 14,7 juta ton. Sampai September 2009 ekspor CPO telah tumbuh sekitar 16%," ujarnya. Ia memperkirakan dalam hitungan konvensional ekspor CPO masih tumbuh sekitar 10% tahun 2010.

Sedangkan produksi, lanjut Joko, juga mengalami pertumbuhan. Tahun 2008 produksi CPO nasional mencapai 19,2 juta ton dan pada tahun ini diperkirakan produksi bisa menembus angka 21 juta ton.

"Tahun depan produksi CPO nasional pasti di atas 20 juta ton, karena tahun ini saya diproyeksikan produksi akan menembus angka 21 juta ton," kata Joko.

Ia mengakui bisnis CPO mengalami tantangan yang sangat berat, terkait industri tersebut masih mengandalkan pasar ekspor yang banyak hambatannya, terutama di Uni Eropa yang menerapkan berbagai standar lingkungan. "Padahal Indonesia telah memiliki peraturan yang menjamin pengembangan perkebunan CPO secara lestari (sustainable). Pengusaha dan pemerintah harus lebih berani dan percaya diri bahwa kebijakan dan sistem yang diterapkan di Indonesia sudah menerapkan konsep pengembangan perkebunan CPO secara lestari, sehingga kita tidak dikendalikan standard asing," ujar Joko.

Dikatakannya, sampai saat ini masih banyak kampanye negatif terhadap CPO yang dilakukan secara berkesinambungan dan sistematis. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah menegakkan aturan terkait pembangunan perkebunan CPO secara lestari dan pengusaha di dalam negeri juga memiliki komitmen menjalankannya.

IPOC

Terkait dengan upaya memberi pengertian pada dunia mengenai industri CPO nasional, GAPKI menjadikan pembangunan industri sawit secara berkelanjutan dan lestari sebagai tema utama pada Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) & Outlook 2010 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada 2-4 Desember 2009.

Ketua penyelenggara Mona Surya mengatakan pada konferensi internasional ke-5 yang diselenggarakan GAPKI itu, pihaknya mengangkat tema Sustainable Palm Oil Developmen:Challange and Opportunities.

Menurut dia, kampanye pembangunan industri sawit lestari itu sangat penting di tengah semakin gencarnya isu lingkungan terhadap industri CPO nasional.

Konferensi tersebut akan dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan sejumlah menteri yaitu Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu juga akan hadir sebagai pembicara yang memaparkan kebijakan Indonesia dalam pengembangan industri CPO.

Sumber:http://www.investorindonesia.com/

Read More

November 02, 2009

Petani Sawit Andalkan Tanaman Tua

Ternyata, petani kelapa sawit, terutama yang tergolong dengan perkebunan rakyat, tak mampu memperoleh hasil maksimal. Pasalnya, tanaman yang dimiliki para petani, umumnya berusia lanjut, sehingga produksinya semakin menurun. Hal itu dibenarkan Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad, dalam suatu kesempatan di Medan. Dijelaskannya, tak kurang dari 1,5 juta hektar dari 2,7 juta hektar lahan kelapa sawit rakyat, memiliki produktivitas rendah. Guna memaksimalkan produksi buahnya, dibutuhkan replanting (penanaman kembali -red).

"Saat ini, produktivitasnya berkisar di bawah 10 ton tandan buah segar per hektar. Selain akibat usia tanaman yang sudah tua, bisa juga petani tidak menggunakan bibit unggul," ujarnya.
Kondisi itu menyebabkan petani sawit bakal merugi, terutama saat harga TBS anjlok di pasaran akibat tingginya biaya produksi.

Padahal, dana replanting bisa memanfaatkan dana pungutan ekspor CPO yang selama ini dikutip pemerintah. Apalagi, dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 26/2007 tentang Izin Usaha Perkebunan, tersirat akan tekad pemerintah yang mencoba memfokuskan pengembangan kelapa sawit berbasis tanaman rakyat. Hal itu bisa terlihat dari salah satu poin yang mewajibkan pengusaha perkebunan kelapa sawit membuka areal untuk kebun rakyat seluas 20% dari lahan mereka.

"Jadi, peremajaan tanaman kelapa sawit harus mendapat prioritas seperti rencana pemerintah dalam Permentan nomor 26 tahun 2007 tentang Izin Usaha Perkebunan," tandasnya.

Sumber:http://www.harian-global.com/

Read More

November 01, 2009

TBS Menurun

Pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut kesulitan memenuhi kontrak kerja sama titip buah sawit ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 3 akibat produksi mengalami penurunan.

"Harusnya, sedikitnya 600 ton TBS yang harus dipasok ke tiga PKS milik PTPN3, tapi nyatanya hingga bulan ini masih rata-rata 300 ton," papar Ketua Apkasindo Sumut, Ahmad Rinto Gunari, di Medan, beberapa waktu lalu.

Ia menyatakan, musim trek yang berkepanjangan disusul hujan berkepanjangan, membuat pihak Apkasindo kesulitan mengumpulkan TBS dari petani anggota asosiasi itu. "Pedagang pengumpul juga merasakan hal sama sehingga pabrikan mulai kekurangan bahan baku di tengah harga jual yang sedang naik," ujarnya.

Rinto mengakui, pihak Apkasindo telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya kepastian penjualan, maka harga petani bisa sesuai harga pasar, bukan seperti selama ini yang sering dipermainkan beberapa pihak. Sebelum dengan PTPN 3, pihak Apkasindo sudah menjalin kerja sama titip olah dengan PTPN 4 dan terbukti sangat memberi keuntungan kepada petani.

Sumber:http://www.harian-global.com/

Read More

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Blogger Templates