Pages

May 31, 2011

Ekspor Kayu Manis Sumut Naik 274,96%

Kayu manis termasuk salah satu dari seratus lebih komoditas ekspor Sumatera Utara (Sumut) yang selalu aktif memperkuat barisan ekspor Sumut melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT).


Sebelumnya, ekspor komoditas bahan baku untuk obat dan penyedap masakan ini perbulannya rata-rata masih di bawah 1.000 ton. Namun hingga kwartal I - 2011 meningkat tajam mencapai 274,96 %.


General Manager Pelindo I BICT H Syamsul Bahri Kautjil melalui Pelaksana Harian Humas Yusron, kemarin mengatakan, tahun 2011 aktivitas ekspor kayu manis yang dikapalkan melalui terminal peti kemas BICT diperkirakan bakal mengalami peningkatan yang signifikan.

Buktinya, kata Yusron didamping Staf Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I BICT Ade, hingga kwartal I-2011 aktivitas ekspor kayu manis Sumut tercatat sebanyak 11.879 ton. Sementara periode serupa 2010 jumlahnya hanya 3.168 ton atau melonjak hingga 274,96 %.

Berdasarkan data kwartal I-2011 ini papar Yusron, aktivitas ekspor kayu manis yang merupakan hasil hutan rakyat yang terdapat di Tapanuli dan Langkat selama tahun 2011 diperkirakan bakal mengalami peningkatan yang signifikan.

Kakao Naik Tipis


Berbeda dengan kayu manis, ekspor kakao Sumut yang dikapalkan melalui terminal peti kemas BICT tahun 2011 diprediksi bakal jalan di tempat. Pasalnya hingga kwartal I-2011 aktivitas ekspor kakao Sumut hanya naik tipis.

Menurut Yusron, sejak tahun 2009-2010 aktivitas ekspor kakao Sumut melalui BICT terus naik dengan persentase yang signifikan. Namun hingga kuartal I-2011 aktivitas ekspornya tercatat 18.889 ton atau naik tipis sekitar 0,38% dibanding periode serupa 2010 yang berjumlah 18.816 ton.

Padahal jelas Yusron, selama tahun 2009 aktivitas ekspor kakao Sumut sebanyak 31.792 ton atau naik sekitar 26% dibanding tahun 2008 yang jumlahnya 25.223 ton. Dan tahun 2010 naik sekitar 60,61% yakni menjadi 51.062 ton.

sumber: medanbisnisdaily.com

Artikel selengkapnya >>>

May 8, 2011

CHINA biayai proyek jalan tol MEDAN - KUALANAMU

Proyek jalan tol Medan-Kualanamu akan dimulai tahun ini. Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Asep Sudrajat menyatakan pembangunan tol itu akan dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 137 juta. Sebagian lagi juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar US$ 15,22 juta.

"Total biaya yang dianggarkan sebesar US$ 152,22 juta atau Rp 1,37 triliun dengan estimasi nilai pemilik sebesar Rp 1,14 triliun," ujar Asep kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Proses tender proyek jalan tol tersebut juga sudah dimulai. Asep mengatakan, ada tiga perusahaan China yang lolos tahap prakualifikasi. Ketiga perusahaan itu adalah CHEC CSEC yang bekerja sama dengan PT Hutama Karya, Shanghai Construction General Company dengan PT PP, dan Sinohydro Corporation Limited dengan PT Waskita Karya.

Menurut Asep, rencana pemasukan penawaran tol Medan-Kualanamu ini akan dilakukan pada tanggal 16 Mei mendatang. Sementara itu, rencana penandatanganan kontrak akan dilakukan pada akhir Juni 2011, dan pelaksanaan konstruksinya pada tahun ini juga setelah kontrak ditandatangani.

Kendati demikian, proses pembangunan jalan tol ini masih terhambat pembebasan lahan. Dari data yang dimiliki Bina Pelaksanaan Wilayah I, total kebutuhan lahan tol Medan-Kualanamu sebesar 197,94 hektare, sementara yang sudah dibebaskan baru 8% atau seluas 15,83 ha atau 8%. Asep mengatakan, pembebasan tanah masih berada tahap negosiasi harga.

Kepala Kapuskom Kementerian Pekerjaan Umum Waskito Pandu menambahkan, pembangunan tol Medan-Kualanamu merupakan bagian dari rencana pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara. "Pemerintah mempersiapkan Sumatera sebagai pusat pengelolaan sumber energi dan produksi hasil bumi dan industri nasional," ujar Waskito.

Waskito menjelaskan, pemerintah memberikan kesempatan kepada tiga kontraktor China dan tiga kontraktor lokal akan ikut pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu. Diharapkan dengan kerjasama ini, percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat direaliasikan.

sumber: http://industri.kontan.co.id

Artikel selengkapnya >>>

March 4, 2011

Pangururan jadi Pasar Percontohan

Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu dari 10 pasar percontohan yang akan dikembangkan pemerintah pada tahun 2011. Pemerintah telah melakukan peninjauan ke Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, dalam konferensi pers, di Kantornya mengungkapkan, pemerintah telah membangun pasar percontohan. Program tersebut bagian dari program prioritas Kementerian Perdagangan utnuk mengembangkan pasar tradisional atau pasar rakyat.

"Kita kembangkan untuk rakyat dan tahun ini akan ada 10 pasar yang akan kita kembangkan, termasuk di Pulau Samosir," ungkapnya, di Jakarta, Rabu (2/3).

Mari melanjutkan bahwa beda pasar percontohan dengan pasar tradisional adalah pasar percontohan direvitalisasi secara komprehensif, diperbaiki secara fisik, harus ramah lingkungan. Kemudian, mulai dari pengelola pasar hingga pedagang serta masyarakat diberikan pembinaan dan revitalisasi.

"Harus ada pembinaan dan perbaikan serta revitalisasi dari pengelolanya. Jadi pengelola atau manajemen pasarnya juga diperhatikan. Pedagangnya juiga harus direvitalisasi dan diperdayakan," jelasnya.

Tahun ini, dalam anggaran Kemendag juga sudah menganggarkan dana untuk pendampingan dan pemberdayan. Dana ini merupakan satu paket dan komprehensif, dilakukan Kemendag bekerjasama dengan kementerian lain, maupun dengan pemda, swasta dan BUMN.

Menurut Mari Pangestu, tahun ini Kemendag menyiapkan dana sebesar Rp 88 miliar untuk pasar percontohan. "Komprehensif mulai tahun ini dan untuk dua tahun ke depan. Sehingga kita harapkan tahun ini anggrannya Rp 88 miliar untuk sepuluh pasar percontohan," ungkapnya.

Program ini, imbuh Mari Pangestu, adalah bentuk komitmen dan keberpihakan Kementerian Perdagangan yang ingin menjadikan pasar Indonesia kembali ke fungsinya sejak turun temurun, baik dalam segi ekonomi, maupun sosial dan budaya. "Pasar percontohan ini didedikasikan untuk rakyat, sehingga bisa berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Mendag.

sumber: tribunnews.com

Artikel selengkapnya >>>